Sunday, September 28, 2014

Mau sampai kapan?

     Malam ini lagi-lagi terbesit di pikiran ku tentang bagaimana aku menjalani hidupku selama ini. Terus menerus berkutat dalam ketidakpastian yang nyata sebenarnya di mata ku. Melihat apa yang sebenarnya bisa aku hindari untuk melihat.

    Ada sebenarnya yang mungkin bisa jadi jawaban dari doaku selama ini. Tapi biarlah hidup ini terus berlanjut. Entah apakah aku akan terus rela hatiku terluka oleh hal yang sama. Ataukah aku akan berani pergi dari dirinya untuk selamanya dan menjalani hidup baru ku. Entahlah, aku hanya menjalani hidup ini.


Tuesday, July 8, 2014

Cukup

Kata cukup mungkin kata-kata paling payah yang pernah ada untuk seseorang yang sedang berjuang. Menggambarkan rasa lelah, kecewa, tersiksa..

Tapi, mungkin memang itu kata yang paling tepat saat seseorang merasakan penyesalan, dan mendapat balasan dan telah menyadari kesalahannya.

Cukup merasakan kepedihan, kekecewaan, kesedihan, dan mendekati depresi.

Cukup merasakan apa yang ternyata tak layak dirasakan seorang manusia siapapun ia.

Cukup merasakan kegagalan, yang sebenarnya tak pernah diinginkan.

Saat kata cukup telah terucap, lalu muncul kata maaf.
Maaf telah membuatmu menderita, kesakitan, dan putus asa, dulu.

Dan saat kata maaf telah mengalir, muncul kata selamat tinggal.
Selamat tinggal, terimakasih telah mengajarkan ku arti kata setia yang sebenarnya.